Telpon : (061) 8214878

INFORMASI

Kegiatan Kopertis >> Workshop Peningkatan Akreditasi Institusi bagi Perguruan Tinggi Swasta
Kegiatan Kopertis >> PERINGATAN HARI IBU
Pengumuman >> Undangan Sosialisasi Aplikasi SIVIDa
Pengumuman >> Sertifikat Serdos Tahun 2017 Yang Sudah Bisa Diambil
Pengumuman >> TERBARU | Undangan Sosialisasi Aplikasi SIMBADA (Operator)
Pengumuman >> TERBARU | Undangan Sosialisasi Aplikasi SIMBADA (Pimpinan)
Pengumuman >> Undangan Kegiatan Kirab Kebangsaan Dan Jalan Sehat 2018
Pengumuman >> The 7th Urecal Tahun 2018
Pengumuman >> Informasi Seminar Nasional Teknologi 2018 (SEMNASTEK 2018)
Pengumuman >> Pelatihan SEM dan Metpen Kualitatif

MENCIPTAKAN PORTFOLIO YANG MENARIK


RAKERNAS Kemenristekdikti 2018

  11 May 2018     Vahrun   



MENCIPTAKAN PORTFOLIO YANG MENARIK

Oleh: Aditya, ST

|Founder DreamARCH Animation|

 

Salam Creative ;) Selamat berjumpa kembali ditulisan terbaru ini. Semoga Anda selalu sehat dan bersemangat berkreasi dan berkarya hari ini :)

 

Seperti yang pernah saya janjikan diartikel sebelumnya, pada kesempatan kali ini saya akan sharing tentang bagaimana kiat dan cara untuk menciptakan atau membuat portfolio Creative yang keren.

 

Materi ini saya sarikan dari pengalaman yang saya jalani selama ini dalam membuat berbagai karya atau portfolio Creative yang menarik dalam pandangan client/konsumen.

 

Saya mulai ya ;)

 

Sebenarnya tidak ada standar yang baku tentang suatu portfolio yang menarik. Hanya saja tetap ada semacam gambaran ataupun "taste" tentang bagaimana portfolio yang menarik itu. Apa gambaran atau "taste"nya?

 

Yakni portfolio tersebut punya bentuk tampilan atau output yang bagus, punya visual yang "good looking", menarik mata alias "eye catching", punya "good quality", punya konsep yang kuat dan berkarakter serta dapat diterima atau laku dimasyarakat/orang banyak.

 

Misalkan saja: saya ingin membuat sebuah portfolio desain logo suatu brand produk yang menarik. Maka saya harus memperhatikan bagaimana "taste" yang menarik itu. "Taste" yang mempunyai keunggulan dalam banyak hal, baik dalam hal tampilannya, dalam hal karakteristiknya dan sebagainya.

 

Maka langkah yang saya lakukan adalah saya mengumpulkan data yang lengkap dan akurat dari sang client. Adanya data ini akan memudahkan saya untuk membuat konsep desain logo yang kuat dan tepat bagi sang client nantinya.

 

Lalu saya juga harus mencari banyak referensi agar banyak inspirasi yang bisa saya dapat sehingga akan memudahkan saat proses pembuatan karya Creative.

 

Setelah itu, saya pun mulai merancang konsep dan ide yang cocok untuk desain logonya. Saya mulai membuat konsep yang sesuai dengan identitas dari produk, brand dan juga sang client.

 

Lalu lanjut, saya mulai membuat, memproduksi dan mengerjakan desain logo itu. Dalam proses produksi ini, saya membuat dengan eksekusi yang tepat, seperti yang diinginkan oleh sang client, baik dari segi bentuk logonya, dari segi warna logonya, dari segi komposisi logonya, dari segi ilustrasi logonya, dan lainnya.

 

Kemudian, saya mulai melakukan proses penyesuaian dan kecocokkan desain logo dengan konsep awalnya. Saya melakukan penyesuaian dan pengeditan disana sini. Ini dilakukan agar desain logo ini menjadi menarik dan diterima serta disukai oleh sang client. Ada proses try dan error untuk mendapatkan hasil desain logo yang terbaik.

 

Lalu setelah bentuk final logo didapatkan, maka tinggal membuat finishing akhirnya untuk nanti dipresentasikan kepada pihak client. Dengan menambahkan background yang menarik, atau dengan menambahkan beberapa efek visual yang keren, dan lainnya.

 

Intinya untuk membuat portfolio alias karya yang menarik adalah:

Pertama, pelajari data data yang lengkap dan akurat dari content karya yang akan kita buat.

 

Kedua, miliki referensi yang sesuai dengan portfolio yang akan kita buat. Sehingga kita punya banyak inspirasi.

 

Ketiga, buat konsep dan ide yang kuat serta berkarakter dari data data itu menjadi sebuah karya yang hebat.

 

Keempat, perkuat seluruh komposisi dalam karya itu sehingga menjadi menarik secara visual maupun secara panca indera lainnya (pendengaran, dan lainnya).

 

Kelima, lakukan detail dan pengeditan yang semakin membuat portfolio kita tampil menawan. Disini ada proses try and error dalam upaya mendapatkan hasil portfolio yang terbaik.

 

Keenam, setelah didapat hasil yang terbaik, maka tinggal lakukan finishing yang semakin membuat portfolio itu menarik.

 

Demikian sharing kita kali ini. In Shaa Allah kita dapat bertemu lagi dipembahasan pembahasan Creative lainnya.

 

Salam Sukses, Salam Creativepreneur ;)