Telpon : (061) 8214878

INFORMASI

Kegiatan Kopertis >> Workshop Peningkatan Akreditasi Institusi bagi Perguruan Tinggi Swasta
Kegiatan Kopertis >> PERINGATAN HARI IBU
Pengumuman >> Undangan Sosialisasi Aplikasi SIVIDa
Pengumuman >> Sertifikat Serdos Tahun 2017 Yang Sudah Bisa Diambil
Pengumuman >> TERBARU | Undangan Sosialisasi Aplikasi SIMBADA (Operator)
Pengumuman >> TERBARU | Undangan Sosialisasi Aplikasi SIMBADA (Pimpinan)
Pengumuman >> Undangan Kegiatan Kirab Kebangsaan Dan Jalan Sehat 2018
Pengumuman >> The 7th Urecal Tahun 2018
Pengumuman >> Informasi Seminar Nasional Teknologi 2018 (SEMNASTEK 2018)
Pengumuman >> Pelatihan SEM dan Metpen Kualitatif

Pacu Perkembangan Riset Biologi Molekuler, Menristekdikti Resmikan Pusat Genom Nasional


RAKERNAS Kemenristekdikti 2018

  26 Apr 2018     Vahrun   



JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melalui Direktorat Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) mendorong Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman mendirikan unit Pusat Genom Nasional untuk meningkatkan daya saing bangsa, mengejar ketertinggalan ilmu dan teknologi dari bangsa lain. Saat ini riset di bidang biologi molekuler tengah memasuki era baru melalui sederet perkembangan teknologi, khususnya ‘Next Generetion Sequencing’ (NGS) untuk pembacaan genom total (whole genome analisis). Beberapa contoh dari aplikasi NGS antara lain analisis genetik spesies manusia purba, identifikasi kaitan genetik dengan penyakit metabolik untuk pengobatan presisi melalui prediksi penyakit berbasis variasi genom (pharmacogenomics), penemuan obat baru (drug discovery), serta penelitian untuk kepentingan konservasi keanekaragaman hayati.

 

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir hari ini (26/4) meresmikan Pusat Genom Nasional di Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman, Jakarta. Menteri Nasir mengatakan, teknologi NGS untuk pembacaan genom dapat dimanfaatkan untuk mengentaskan masalah ‘stunting’ di Indonesia. Riset tersebut juga bisa mengidentifikasi daerah-daerah mana saja yang berpotensi terjadi stunting.

 

Menteri Nasir menambahkan dengan berdirinya Pusat Genom Nasioal akan semakin menambah kelengkapan infrastruktur riset yang dimiliki Indonesia saat ini, berupa laboratorium yang maju dalam bidang biologi molekuler, serta dapat memajukan riset nasional dalam bidang kesehatan, khususnya biologi molekuler.

 

“Dengan kita memiliki pusat genom nasional kita dapat mengetahui kondisi kesehatan manusia di Indonesia dengan lebih baik, sehingga masalah kesehatan tersebut dapat kita selesaikan secara tepat dan signifikan. Dari hasil penelitian ini nanti kita bisa bekerjasama dengan berbagai institusi seperti Kementerian Kesehatan hingga perusahaan asuransi kesehatan.” jelas Menteri Nasir.

 

Kepala LBM Eijkman, Amin Soebandrio menyampaikan pentingnya pengetahuan mengenai genom, yang memiliki nilai strategis bukan hanya bagi ranah ilmiah namun juga dunia komersil dan keamanan (biosecurity).

 

“Saat ini sudah banyak laboratorium di luar negeri yang menerima analisis genom, sehingga bila sampel dikirimkan ke sana maka data akan menjadi milik mereka. Data ini dapat digunakan untuk pengembangan obat berdasarkan profil genetik suatu populasi, bahkan bisa juga disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, Indonesia harus mempunyai kemampuan dalam hal kajian genomik secara mandiri,” tegasnya.

 

Pada acara peresmian tersebut turut hadir Jajaran Deputi dan Peneliti LBM Eijkman, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati serta Pejabat Esselon II di lingkungan Kemristekdikti, dan tamu undangan lainnya. (DRA)

 


Read more at https://ristekdikti.go.id

 


Galeri :

 
     
Pict 1   Pict 2   Pict 3  
 
     
Pict 4   Pict 5   Pict 6  
 
     
Pict 7   Pict 8   Pict 9  
 
     
Pict 10   Pict 11   Pict 12  
 
     
Pict 13   Pict 14   Pict 15